Archive for the ‘Instropeksi’ Category
Tak Ada Alasan bagi Manusia untuk Sombong !
Materi kajian tafsir Qur’an yang tadi Subuh saya ikuti, banyak sekali menjawab tentang makna hidup ini. Semua materi yang disajikan begitu menarik dan sangat mudah dicerna oleh saya selaku orang yang sangat miskin dengan ilmu.
Hidup Apa Adanya
Perjalanan keluar Bandung selama seminggu kemarin, memberikan banyak pelajaran yang bisa dipetik. Saya ketemu banyak orang yang secara tidak langsung mengingatkan saya tentang makna hidup ini. Mereka ada yang pengusaha, salesman sampai tukang becak. Saya tidak melihat siapa dan apa profesi mereka, tapi yang saya petik adalah isi kepala dan perkataan yang keluar dari mulut mereka itu, yang sangat berarti buat saya. Baca entri selengkapnya »
Orang Kaya vs Orang Miskin
Dalam salah satu ceramah ustadz pada acara silaturahmi di komplek kami kemarin, ada salah satu pembahasan yang terus terngiang-ngiang dalam telinga saya. Dia bercerita tentang harta yang selalu dikejar-kejar oleh manusia agar bisa disebut kaya, tapi ternyata manusia tak pernah merasakan nikmatnya apa hakikat “kaya” yang sebenarnya. Lalu siapa sebenarnya orang yang memiliki hakikat kaya itu ?
Saya kadang merenung dan tersenyum sendiri, kalau ada orang yang selalu berbicara pencapaian kekayaan-maaf saya bukan anti orang kaya dan kekayaan-seolah-olah dia orang yang berhasil, orang yang hebat, dsb. Hmh…sungguh lucu kedengarannya buat saya.
Lalu apa yang membuat saya terus terngiang2 kata2 ustadz itu ? Terus terang ini mungkin bukan hal yang baru buat Anda, tapi tidak buat saya….!
Dia menyampaikan bahwa saat orang terus2 menerus mengejar kekayaan yang berlimpah tanpa pernah merasa cukup dengan apa yang dia peroleh, dialah orang miskin yang sebenar-benarnya. Tak peduli dia punya perusahaan yang banyak , rumah dan mobil yang mewah, dalam pandangan Allah dia tetap saja orang miskin.
Sederhana sekali memang, kita semua adalah orang kaya, pada saat kita mensyukuri dan selalu merasa cukup terhadap semua yang telah kita raih baik lahir maupun batin. Sebaliknya kita tetap miskin apabila selalu merasa kurang terhadap apa yang telah Allah berikan kepada kita. Mungkin bertolak belakang dengan apa yang kita fahami selama ini, karena indikator kekayaan versi kita selalu didasarkan pada berapa digit yang telah kita peroleh per tahun ?
Ah….kami memang hamba yang naif ya Allah….!
Mensikapi Simbol-simbol Kesuksesan Duniawi
Dalam fase kehidupan duniawi, sekurang-kurangnya ada 5 hal yang selalu dikejar oleh seluruh manusia, dengan motivasi yang berbeda-beda di dunia ini :
- Pendidikan yang tertinggi
- Harta yang berlimpah
- Jabatan/karir yang cemerlang/hebat
- Pasangan yang paling cantik/paling tampan
- Popularitas dan kesenangan
- dll………..
Tidak harus saya listing satu persatu, karena akan banyak faktor-faktor turunan dari kelima hal diatas. Silahkan lanjutkan sendiri, betapa nafsu duniawi ini selalu mendikte setiap otak dan hati manusia untuk terus mengejarnya. Kita semua mungkin telah dan sedang merasakannya.
Haruskah Hidup Direncanakan ?
Lagi-lagi tulisan saya ini berkutat seputar kehidupan ini. Setidaknya dengan menulis topik-topik seperti ini, saya selalu diingatkan tentang esensi hidup kita di dunia ini.
Oh, ya..Pernahkah kita mengingat masa kanak-kanak kita, mungkin pernah terlontar pengen jadi apa gitu…? mungkin pernah ya…setidaknya keluar kata-kata polos ingin jadi seseorang yang diidolakannya. Kurang lebih begitu. Baca entri selengkapnya »