Archive for the ‘Agama’ Category
Tak Ada Alasan bagi Manusia untuk Sombong !
Materi kajian tafsir Qur’an yang tadi Subuh saya ikuti, banyak sekali menjawab tentang makna hidup ini. Semua materi yang disajikan begitu menarik dan sangat mudah dicerna oleh saya selaku orang yang sangat miskin dengan ilmu.
Nyanyian dan Alat Musik
Suatu masalah yang menimpa mayoritas umat manusia termasuk umat Islam adalah masalah nyanyian dan musik. Terlepas dari hukum nyanyian dan musik tersebut, mayoritas umat manusia dan juga umat Islam menyukai sesuatu yang indah dan merdu didengar. Secara fitrah manusia menyenangi suara gemercik air yang turun ke bawah, kicau burung dan suara binatang-binatang di alam bebas, senandung suara yang merdu dan suara alam lainnya. Baca entri selengkapnya »
Sombong..? Jangan sampe deh….!
Dalam kehidupan dunia, sekurang-kurangnya ada lima hal yang memicu orang menjadi ingin dihormati oleh orang lain, diantaranya :
- Ilmu
- Jabatan
- Prestasi
- Harta
- Amal
Bentengi Anak Kita dengan Aqidah dan Ahlaq !
Saya merinding, saat berita heboh nabi palsu kembali menghiasi berbagai media. Fenomena nabi palsu ini memang bukanlah hal yang baru, karena sudah ada sejak dahulu saat Rosulullah masih hidup. Misalnya Musailamah Kadzdzab, Aswad al Ansi, dll. Bahkan kedatangan nabi2 palsu ini sudah diisyaratkan dalam hadist nabi sebagai berikut :
“Tidak akan datang kiamat sehingga bangkit pembohong pembohong besar yang jumlahnya mendekati tiga puluh orang, masing-masing mengaku sebagai utusan Allah. ” (Shahih Bukhari, Kitab Al-Manaqib, Bab ‘Alamatan-Nu buwwah 6: 616; Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyroth As-Sa’ah 18: 45-46).
Orang Kaya vs Orang Miskin
Dalam salah satu ceramah ustadz pada acara silaturahmi di komplek kami kemarin, ada salah satu pembahasan yang terus terngiang-ngiang dalam telinga saya. Dia bercerita tentang harta yang selalu dikejar-kejar oleh manusia agar bisa disebut kaya, tapi ternyata manusia tak pernah merasakan nikmatnya apa hakikat “kaya” yang sebenarnya. Lalu siapa sebenarnya orang yang memiliki hakikat kaya itu ?
Saya kadang merenung dan tersenyum sendiri, kalau ada orang yang selalu berbicara pencapaian kekayaan-maaf saya bukan anti orang kaya dan kekayaan-seolah-olah dia orang yang berhasil, orang yang hebat, dsb. Hmh…sungguh lucu kedengarannya buat saya.
Lalu apa yang membuat saya terus terngiang2 kata2 ustadz itu ? Terus terang ini mungkin bukan hal yang baru buat Anda, tapi tidak buat saya….!
Dia menyampaikan bahwa saat orang terus2 menerus mengejar kekayaan yang berlimpah tanpa pernah merasa cukup dengan apa yang dia peroleh, dialah orang miskin yang sebenar-benarnya. Tak peduli dia punya perusahaan yang banyak , rumah dan mobil yang mewah, dalam pandangan Allah dia tetap saja orang miskin.
Sederhana sekali memang, kita semua adalah orang kaya, pada saat kita mensyukuri dan selalu merasa cukup terhadap semua yang telah kita raih baik lahir maupun batin. Sebaliknya kita tetap miskin apabila selalu merasa kurang terhadap apa yang telah Allah berikan kepada kita. Mungkin bertolak belakang dengan apa yang kita fahami selama ini, karena indikator kekayaan versi kita selalu didasarkan pada berapa digit yang telah kita peroleh per tahun ?
Ah….kami memang hamba yang naif ya Allah….!