Mencari Nurani yang Hilang…..
Manusia, disadari ataupun tidak selalu disibukan dengan pemuasan nafsu yang datang tak pernah henti. Nafsu itu berupa keinginan, impian, harapan dan kadang hal-hal yang diluar batas nalar.
Suatu saat, dalam benak pemikiran manusia kadang muncul ingin disebut berhasil dalam pencapaian pendidikan, finansial, maupun torehan prestasi. Proses aktualisasi diri pada manusia yang tak terkendali kadang menjebak dirinya menjadi orang yang bukan dirinya sendiri, dia selalu mengandaikan dirinya menjadi orang lain yang lebih dari dirinya, sehingga hidup di penuhi dengan kepalsuan, angan-angan yang tak jelas, tanpa mengerti hakikat hidup yang sebenarnya.
Saat ini, tren sesaat menjadi figur publik salah satu fenomena yang cukup menggelikan buat sebagian orang. Ratusan wajah polos, palsu, dan mungkin tulus bercampur-aduk menghiasi disetiap sudut kota. Apakah ini yang disebut impian ? apakah ini yang disebut harapan? ataukah cuma angan2 penuh kepalsuan?
Disaat terpuruknya kondisi ekonomi, bagi sebagian manusia di belahan negeri ini tidak menyurutkan keinginanya untuk mewujudkan impiannya dengan menghambur-hamburkankan uangnya melalui berbagi cara, semua demi sebuah identitas dan aktualitas…kontras rasanya disaat yang sama kita menoleh ke jalan, ketika seorang pengamen mengulurkan tangannya mengharap seratus rupiah..disaat yang sama pula ada tangis anak yatim yang butuh kasih sayang, serta rintihan kaum dhuafa yang kelaparan.
Lalu, dimana saat ini nurani manusia berada ? Lupakah dia bahwa hidup ini untuk berbagi..? Karena kita hidup tidak sendiri.Apakah manusia pura-pura lupa…atau takut? takut semua sirna hanya karena membantu mereka? Atau sedang larut dalam pencitraan dirinya agar disebut hebat? agar disebut terkenal atau agar disegani orang lain…? ah…sungguh kalian manusia yang tak berperasaan…
Mari kita kita bertanya…kemana harus mencari nurani itu…kawan…