Deni Kurnia’s Weblog

Catatan Ringan Kehidupan

Faktor-faktor Penyebab Bangkrutnya Usaha

tinggalkan komentar »

Dalam dunia usaha, bagi sebagian orang yang berstatus pengusaha ataupun pegawai, tentu harus jeli dan waspada terhadap faktor-faktor yang menyebabkan bangkrutnya suatu usaha/perusahaan.

Bagi seorang karyawan, kalau suatu perusahaan tempat dia bekerja itu bangkrut, otomatis di akan kehilangan pekerjaannya. Begitu juga untuk pengusaha, dia akan kehilangan aset-aset usahanya yang selama ini telah dirintis. Tentu anda tidak menginginkannya bukan ?

Oleh karena itu, mari kita mengenali faktor-faktor umum yang menimbulkan suatu perusahaan menuju kebangkrutan.

Secara umum faktor-faktor itu terbagi 2, yaitu :

  1. Faktor Internal
  2. Faktor Eksternal

1. Faktor Internal :

  • Terjadi kebocoran aliran dana perusahaan yang disebabkan oleh mark-up harga oleh bagian pembelian, korupsi oleh bagian keuangan, manipulasi data oleh bagian penjualan, banyaknya faktur/nota yang tidak terkontrol, dll. Situasi seperti ini terjadi ketika kontrol dari pemilik lemah karena terlalu mempercayakan semuanya pada karyawannya. Selain itu tidak dibuat sistem yang tepat dalam mengawasi aliran dana perusahaan ini.
  • Perhatian dan kesejahteraan karyawan kurang, sehingga mereka sibuk mencari bisnis sampingan dengan memanfaatkan fasilitas perusahaan. Misalnya internet, telepon, faks, dll. Waktu kerja mereka kadang dipakai untuk mengurus bisnis sampingannya. Apabila gejala ini dibiarkan, maka jelas overhead perusahaan membengkak, karyawan kehilangan konsentrasi pada pekerjaan dan tidak lagi memikirkan visi dan misi perusahaan kedepan. Secara drastis, loyalitas mereka turun dan berimbas pada produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan menjadi menurun.
  • Terjadi kesenjangan penghasilan yang mencolok antara karyawan paling bawah dengan yang paling atas. Sehingga timbul iklim yang kurang harmonis, karena jurang pemisah finansial mereka terlalu jauh. Kadang terjadi pilih kasih dan tidak objektif penilaian bos terhadap bawahannya, sehingga iklim bekerja menjadi tidak harmonis. Apabila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka berimbas kepada semangat kerja karyawan menjadi menurun dan ogah-ogahan dalam bekerja.
  • Rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan kurang, sehingga ada diantara mereka yang berani mencuri aset-aset perusahaan dan hasil produksi suatu perusahaan, ahirnya perusahaan terus mengalami kerugian.
  • dll.

2. Faktor Eksternal

  • Produk yang dihasilkan oleh perusahaan tidak bisa lagi bersaing dimata konsumen baik dari aspek kualitas maupun harga.
  • Munculnya kompetitor yang menawarkan produk sejenis dengan kualitas dan harga yang lebih murah dan baik.
  • Lemahnya analisa pasar dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh tim marketing, sehingga data-data yang valid untuk masukkan ke pihak R&D dan produksi tidak didapatkan secara benar dan detail.
  • Tidak lagi memikirkan promosi dan terlena dengan produknya yang sudah laku.
  • Sempitnya lingkup pemasaran suatu produk, sehingga produk yang diserap konsumen terbatas pada lingkup tertentu saja, misalanya hanya pasar lokal saja, padahal ada pasar ekspor yagn lebih besar tidak mampu dibidik. Alasannya selain wawasan yang kurang, juga produk yagn dihasilkan tidak mampu bersaing dengan produk-produk negara lain.
  • dll.

Mungkin banyak lagi faktor2 yang belum tersentuh dalam tulisan diatas, namun setidaknya kita harus waspada membaca situasi dimana perusahaan kita ataupun tempat kita bekerja mengalami hal-hal seperti diatas. Waspadalah ! Waspadalah !

Written by dkoor

November 20, 2007 pada 11:00 am

Ditulis dalam Manajemen, Marketing, Ngelmu

Tinggalkan Balasan